Wilayah Jawa Timur (Jatim) dinilai merupakan daerah terbesar ketiga yang mengandung minyak bumi dan gas (Migas) di Indonesia setelah Kalimantan Timur dan Riau.
Suarabaya (Jurnas). Wilayah Jawa Timur (Jatim) dinilai merupakan daerah terbesar ketiga yang mengandung minyak bumi dan gas (Migas) di Indonesia setelah Kalimantan Timur dan Riau. Jatim memiliki 42 cekungan potensi migas yang salah satu cekungan paling besar berada di blok Cepu dan Surabaya.
Kepala BP Migas, Priyono dalam seminar bertema Optimalisasi Sumber Daya Hidro Karbon, Selasa (22/6) di Surabaya mengatakan Jatim ini kaya akan SDA seperti minyak dan gas. 42 cekungan yang mengandung minyak dan gas ini ditemukan sejak abad 18. Namun baru lima tahun terahir dikelola.
"Untuk cekungan di Surabaya ini memiliki prospek yang tinggi untuk dikelola, namun terkendala kepadatan penduduk, sehingga investor berpikir ulang untuk eksploitasi di Surabaya," katanya.
Sejak 1970 produksi minyak hanya di lempengan lepas pantai. Terumbu carbonat yang mengandung migas tersebar di Madura yang sama di wilayah Cepu. Sedikitnya 47 desa di Kabupaten Sumenep yang diprediksi memiliki kandungan minyak dan gas (migas) bumi. "Sudah 100 tahun orang mondar-mandir di atasnya, namun baru lima tahun ini diketahui dan dikembangkan," katanya.
Sementara itu Sekretaris Daerah Provinsi Jatim, Rasiyo mengatakan Jatim memiliki 31 Blok Wilayah Kerja Pertambangan (WKP). Mayoritas WKP Migas tersebar di Jatim berada wilayah utara, sedangkan wilayah selatan hampir tidak ada.
Salah satu ladang minyak dan gas terbesar di Blok Cepu yang berada di Kabupaten Bojonegoro. Blok Cepu mengandung cadangan Migas sebesar 7,7 triliun kaki kubik minyak bumi atau setara 650 juta barel. Total potensi minyak di Jatim yang sudah diketahui 583.475,5 juta barel, sedangkan gas bumi 10.301,7 miliar meter kubik.
Rasiyo mengimbau pada instansi yang berwenang dan pihak yang berkompeten meneliti cekungan Migas untuk melakukan penelitian di bagian tengah dan selatan Jatim. "Sebagian besar blok Migas di Jatim tersebut berada di wilayah Utara (off shore) atau di lepas pantai laut Jawa, seperti di laut sekitar Pulau Bawean, Gresik dan pulau-pulau kecil di wilayah Madura. Sedangkan yang di darat (on shore) berada di wilayah barat Jatim, seperti di Tuban, Lamongan, dan Bojonegoro," katanya.
Ditambahkan Priyono, potensi sumber daya alam lain yang bisa dimanfaatkan dan dimiliki Jawa Timur adalah batu gamping. Priyono menilai batu gamping di Jatim ini tidak dimiliki oleh daerah lain. Ini sumber daya alam yang juga bisa dimanfaatkan, tetapi kenyataannya sekarang ini baru dimanfaatkan secara konvensional saja.
Salah satu daerah penghasil batu batu gamping tersebar seperti di Tulungagung. Daerah ini merupakan perbukitan dengan beraneka ragam batuan mulai dari batu gamping, kalsit, bentonit hingga andesit. Batu gamping termasuk batuan sedimen, yang mana sebagian perlapisan batu gamping hampir murni terdiri dari kalsit, dan pada lapisan yang lain terdapat sejumlah kandungan silt atau clay yang membantu ketahanan dari batu gamping tersebut terhadap cuaca.
Endapan batu gamping di wilayah Tulungagung banyak dijumpai dalam jumlah cukup besar, yaitu mencapai jutaan meter kubik yang tersebar di Kecamatan Rejotangan, Sendang, Kalidawir, dan Besuki. Sebagian besar deposit batu gamping di Kabupaten Tulungagung ini masih dikelola secara konvensional. Masyarakat di wilayah ini mengunakan batu gamping dalam skala yang masih kecil, terutama untuk fondasi dan kapur bangunan.



0 komentar:
Posting Komentar